Showing posts with label Biopsikologi. Show all posts
Showing posts with label Biopsikologi. Show all posts

Wednesday, September 28, 2016

Memahami Biopsikologi Dari Sisi Terkecilnya yaitu Sel

Bagaimana cara Memahami Biopsikologi Dari Sisi Terkecilnya Yaitu Sel

Sel adalah merupakan suatu kumpulan materi yang paling yang paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun dari semua makhluk hidup. Disini konsentrasi kita terbatas pada sel manusia saja agar bisa fokus, paham dan mengerti apa itu sel yang nantinya akan berhubungan dengan ilmu pslokologi. Sel selalu mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi-reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan yang berlangsung di dalam sel.

Anatomi sel manusia
Anatomi sel manusia juga bisa diartikan sebagai susunan atau kerangka yang menyusun sel pada manusia.  Sel manusia tersusun atas 5 komponen penting yang bisa dihafalkan dengan kata “KAPALAN: yaitu :

  • Karbohidrat
  • Protein
  • Air
  • Lipid
  • Asam Nukleat

 Anatomi Sel
Anatomi sel merupakan bentuk dari sel itu sendiri. Sel terbentuk menjadi 4 pokok yaitu :

  • Membran Plasma
  • Sitoplasma
  • Nukleus atau inti sel
  • Organel

MEMBRAN PLASMA
Membran plasma adalah suatu fitur yang universal yang dimiliki oleh semua jenis sel yang berupa lapisan antarmuka yang disebut membran plasma, yang kemudian memisahkan antara sel dengan lingkungan di luar sel, terutama untuk melindungi inti sel dan sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma.
Membran plasma memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :

  •  Pelindung sel agar isi sel tidak keluar
  •  Pengatur pertukaran zat: keluar masuk sel
  •  Melakukan seleksi zat yang boleh keluar-masuk dari dalam atau luar sel (selective permeable)
  •  Tersusun atas karbohidrat, protein, lemak

INTI SEL
Inti sel atau yang disebut dengan nukleus merupakan organel yang ditemukan pada suatu sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar adalah materi genetik sel dengan bentuk suatu molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Kemudian Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang nantinya akan membentuk genom inti sel
Kemudian fungsi-fingsi dari inti sel atau nucleus ini adalah sebagai berikut :
  • Mengendalikan metabolisme sel
  •  Menyimpan informasi genetika: DNA
  • Tempat penggandaan dan transkripsi DNA
  •  Pusat data dan informasi
  • Bank data raksasa
kromosom: rantai ganda DNA (spt spiral), dg 4 molekul Adenine, Thyanin, Cytosin, Guanine

SITOPLASMA
Sitoplasma merupakan bagian sel yang terbungkus oleh  suatu membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma merupakan bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan nantinya menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.

Fungsi-fungsi sitoplasma adalah sebagai berikut :
  • Merupakan cairan sel dalam sel
  • Disebut juga dengan sitosol karena mirip dengan jelly (koloid)
  • Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.
  • Di dalamnya terdapat berbagai organel sel 
ORGANEL
Organel sel adalah komponen-komponen penyusun sel dan bersifat hidup. Organel sel merupakan bagian terpenting dalam suatu sel yang berfungsimengatur proses kehidupan di dalam sel. Organel terdapat pada bagian sel yang disebut sitoplasma. Organel sel terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda namin bekerja sebagai satu sistem yang mendukung proses kehidupan yang terjadi dalam sebuah sel.

Nama-nama organel sel tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Reticulum Endoplasma
  2. Ribosom
  3. Mitokondria
  4. Lisosom
  5. Badan Golgi
  6. Sentrosom
  7. Plastida
  8. Vakuola
  9. Mikrotubulus dan Mikrofilamen
  10. Peroksisom (Badan Mikro)
SITOSKELETON
Sitokeleton merupakan rangka sel yang terdiri dari 3 (tiga) macam yaitu : mikrotubul, mikrofilamen, dan filamen intermediet. Kemudian Mikrotubul tersusun atas dua molekul Protein tubulin yang bergabung membentuk tabung.

Fungsi-fungsi dari Sitokeleton adalah sebagai berikut :
  • Sebagai pemberi bentuk sel
  • Pengatur gerakan sel
  • Berupa jaringan protein filamen
  
RIBOSOM
Ribosom merupakan satu organel yang berukuran sangat kecil dan padat di dalam sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Ribosom beururan atau mempunyai diameter sekitar 20 nm serta terdiri atas 65% RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom yang sering disebut sebagai Ribonukleoprotein atau RNP.

Point-point yang di dapat dari Ribosom adalah sebagai berikut :
  • Butiran kecil nukleoprotein yang tersebar di sitoplasma
  • Ada yang melekat di Retikulum Endoplasma (sehingga menjadikan RE tersebut dinamakan RE Kasar)
  • Melakukan sintesis protein : mengubah asam amino (RNA=salinan DNA) à protein
RETIKULUM ENDOPLASM
Retikulum Endoplasma atua biasa disingkat sebagai RE, atau endoplasmic reticula adalah suatu organel yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan bagian DARI sel yang terdiri atas sistem membran. Di sekitar Retikulum Endoplasma adalah bagian sitoplasma yang disebut sitosol.

Retikulum Endoplasma terbagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut :
}  Terbagi menjadi 2:
◦       RE Kasar
–   Ditempeli RIbOSom
–   Untuk sintesis protein
◦       RE Halus
–   tidak punya ribosom
–   Untuk sintesis lemak

BADAN GOLGI
Badan Golgi atau yang biasa disebut sebagai aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom adalah merupakan suatu  organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.

Poin-poin yang bisa diambil dari Badan Golgi adalah sebagai berikut :
  • Berbentuk kantong pipih yang berkelok-kelok
  • Memodifikasi protein dengan menambahkan oligosakarida (Glikosilasi)
  • Membentuk lisosom

LISOSOM
Lisosom merupakan suatu organel sel yang berupa kantong yang terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ini ditemukan pada tahun 1950 oleh penemunya yaitu Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik.

Fungsi-fungsi Lisosom adalah sebagai berikut :
  • Mencerna makromolekul secara intraseluler
  • Menghidrolisis lemak, protein, asam nukleat, polisakarida




PEROKSISOM

Peroksisom merupakan suatu  organel yang terbungkus oleh suatu membran tunggal dari lipid dwilapis yang mengandung protein pencerap (reseptor). Peroksisom ini tidak memiliki genom dan mengandung sekitar 50 enzim, seperti katalase dan ureat oksidase yang mengkristal di pusatnya.

Fungsi-fungsi Peroksisom adalah sebagai berikut :
  • Menghasilkan enzim oksidatif untuk membentuk H2O2 untuk merombak lemak
  • Menghasilkan enzim katalase untuk mengubah H2O2  menjadi H2O dan O2
MITOKONDRIA
Mitokondria merupakan suatu organel atau tempat berlangsungnya suatu fungsi respirasi sel makhluk hidup, selain fungsi selular lain, seperti metabolisme asam lemak, biosintesis pirimidina, homeostasis kalsium, transduksi sinyal selular dan penghasil energy yang berupa adenosina trifosfat pada lintasan katabolisme.

Mitokondria sendiri mempunyai dua lapisan membran, yaitu lapisan membran luar dan lapisan membran dalam. Lapisan membran dalam ada dalam bentuk lipatan-lipatan yang sering disebut dengan cristae. Di dalam mitokondria terdapat  ruangan yang disebut dengan matriks, di mana beberapa mineral dapat ditemukan. Sel yang mempunyai banyak mitokondria dapat dijumpai di jantung, hati, dan otot.

Fungsi mitokondria secara garis besar adalah sebagai berikut :
  • Tempat terjadinya respirasi sel menghasilkan energi

Sekian Blog mengenai Bagaimana cara Memahami Biopsikologi Dari Sisi Terkecilnya Yaitu Sel



 Temen-temen juga bisa mendownload slide ppt Memahami Biopsikologi Dari Sisi Terkecilnya Yaitu Sel secara gratis disini Memahami Biopsikologi Dari SisiTerkecilnya Yaitu Sel.ppt

Biopsikologi Untuk Pendekatan Biologis Dalam Pembelajaran Psikologi


Kali ini Blogger akan menulis tentang Kuliah Biopsikologi Untuk Pendekatan Biologis Dalam Pembelajaran Psikologi

Poniyem (nama samaran), 56 th, penduduk Semin Gunung Kidul, mati gantung diri. Diketahui bahwa, yang bersangkutan mengidap penyakit Diabetes Melitus selama 10 tahun  terakhir. Meskipun ada puskesmas, namun dia jarang memeriksakan penyakitnya itu. Akhir-akhir ini keluarga dan tetangganya sering melihat Poniyem nampak murung, dan kalau ditanya jawabnya adalah “capek, sakit ndak sembuh-sembuh”

Lalu faktor apa yang harus dilihat dalam kasus gantung diri diatas? Ada dua sudut pandang yang harus ditelusuri dalam kasus ini. Satu sisi adalah secara ilmu Biologi dan disisi lain adalah peninjauan dari sisi Psikologi. Kenapa harus ditinjau dari dua sisi? Karena dalam kasus ini Penyakit Diabetes Melitus yang secara keilmuan biologi bias di jelaskan bisa mempengaruhi psikologis seseorang yaitu capek,putus asa karena sudah lama tidak sembuh-sembuh. Sedangkan Diabetes Melitus juga salah satu penyakit yang bisa mengidap siapa saja yang mempunyai riwayat keturunan Diabetes Melitus juga.

Kemudian dari masalah diatas muncullah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan Biopsikologi antara lain adalah sebagai berikut :

· Bagaimana kita mengalami/merasakan sensasi dan mencerap/memersepsi dunia kita?
· Apakah emosi itu?
· Mengapa kita termotivasi untuk berperilaku tertentu?
· Seberapa jauh kemampuan-kemampuan & pola –pola perilaku kita dipengaruhi oleh faktor hereditas?
· Mengapa kita tidur?
· Apakah mimpi itu?
· Bagaimana kita belajar dan mengingat?
· Bagaimana kita berpikir?
· Bagaimana kita memiliki bahasa?

Dalam menjawab semua pertanyaan ini, kita harus ingat bahwa Psikologi adalah ilmu yang memelajari fungsi-fungsi psikis manusia (kognitif, afektif, perilaku) dan Ilmu faal adalah pengetahuan yang memelajari kegunaan dan cara kerja alat-alat/organ-organ manusia ketika berfungsi.

Kemudian Mengapa harus belajar biopsikologi? Jawabnya adalah karena kehidupan ini memiliki tiga aspek yang harus dingat yaitu :

    hidup manusia sangat dinamis, terjadi perubahan – evolusi
     pendekatan ilmu berubah – berevolusi, biopsikologis
    penemuan mutakhir menunjukkan hubungan otak, perilaku, pengalaman


Ketika kita membicarakan tentang Ranah Psikologis kita akan berbicara tentang Afektif atau Emosi. Lalu apa bedanya Perasaan dan Emosi? Perlu kita tau bahwa perasaan dan Emosi itu sangatlah berbeda. Perasaan adalah Mood atau suasana hati sedangkan Emosi adalah cara atau bentuk dari suasana hati, contohnya adalah Senang, Gembira, Marah, Jengkel, Cinta, Kasih Saying, Sedih, Kecewa, Semangat, Motivasi, Inovasi, Kreativitas. Perbedaan Mood dan Emosi adalah dari durasinya. Mood biasanya lebih lama dari Emosi.

KOGNITIF
Emosi dan Mood biasanya terjadi karena Pola Pikir atau dalam bahasa psikologi adalah Kognitif. Kognitif adalah bagaimana kita bisa Berpikir, melakukan Penalaran, Perencanaan, Gagasan, ide, Analogi, Pengambilan keputusan, Menarik kesimpulan dan Ingatan. Kemudian juga dalam Pemahaman verbal, Konsep hitung, Pemahaman 3 dimensi (konsep ruang-bidang) dan Visi ke depan.

KONATIF atau PERILAKU
Konatif atau perilaku adalah hal apa yang dipikirkan atau dirasakan akan muncul dalam ekspresi atau perilaku tertentu misalnya ekspresi gembira berbeda dengan ekspresi sedih atau terkejut atau kecewa dll.

BIOPSIKOLOGI
Perilaku  manusia dapat dipahami melalui segi biologis. Psikologi pelajari perilaku tak lepas dari pemahaman peran seperti  genetika, saraf (saraf pusat yaitu otak, saraf tulang belakang,  saraf tepi, saraf somatik, saraf otonom), hormon.

GENETIKA
Genetika adalah makhluk hidup yang berperilaku khas bagaikan spesies dan fungsi-fungsi biologis akan  berbeda antar individunya. Perbedaan  karakteristik adal di antara individu-individunya.

HORMON
Hormon adalah sesuatu hal yang berperan mengatur keseimbangan fungsi tubuh. Kelebihan atau kekurangan hormone dalam tubuh akan menyebabkan fungsi menjadi berlebihan (hiper) atau kekurangan (hipo).

SARAF
Saraf merupakan struktur yang paling mendasar dalam fungsi biologis dan fungsi perilaku tingkat tinggi. Perannya dikenali dalam bentuk perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik. Kerusakan atau kelainan saraf mempengaruhi suatu perilaku.

Dalam Blog lain saya akan menjelaskan lebih lanjut tentang Saraf, Hormon, Genetika, dsb.

Terimakasih sudah membaca mengenai ilmu tantang Biopsikologi Untuk Pendekatan Biologis Dalam Pembelajaran Psikologi

Bagi yang ingin download Slide Biopsikologi Untuk Pendekatan Biologis Dalam Pembelajaran Psikologi bisa didownload gratis slide ppt  nya di sini Biopsikologi Untuk Pendekatan Biologis Dalam Pembelajaran Psikologi.ppt









Thursday, September 22, 2016

Pengenalan, Pengantar dan Pengertian Biopsikologi





BIOPSIKOLOGI berasal dari kata “BIOLOGI” dan “PSIKOLOGI”

Kata Biologi sendiri berasal dari kata Yunani yaitu “bio” yang berarti hidup, dan “logos” yang berarti ilmu. Sehingga bisa diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Sedangkan Psikologi berasal dari kata Yunani yaitu “pyshe” yang berarti jiwa, dan “logos” yang berarti ilmu. Sehingga bisa diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.

Jadi Biopsikologi adalah ilmu yang mempelajari mekanisme perilaku dan pengalaman dari sisi fisiologi, evolusi, serta perkembangan dan Biopsikologi merupakan pendekatan psikologi dari aspek biologi.

SEJARAH PERKEMBANGAN BIOPSIKOLOGI


Donald O. Hebb (1949)

The Organization of Behavior adalah awal muncul ilmu biopsikologi membahas tentang fenomena kompleks seperti persepsi.

NatureSuatu faktor kepribadian tentang kekuatan biologis yang mengatur perkembangan manusia. Nature dapat diartikan sebagai faktor kepribadian yang berkembang secara alami & dipengaruhi oleh genetic. Tokoh nature Edward L. Thorndike (1903) “ Dalam kehidupan manusia, faktor yang paling menentukan adalah hereditas”

NurtureSuatu faktor kepribadian tentang kekuatan lingkungan yang mengatur perkembangan manusia. Nurture dapat berupa lingkungan keluarga, masyarakat, bahkan faktor ekonomi & budaya pun juga termasuk kedalamnya. Tokoh nurture John B. Watson (1925) “Pengalaman mampu menuliskan segala pesan pada tabula rasa lembaran putih bersifat-sifat dasar manusia”

Contoh nature
Dengan memberika simulasi ringan pada telapak tangan bayi muda-belia dapat menimbulkan gerakan menggenggam pada tangan bayi tersebut. Respon dalam menggenggam yang diberikan oleh bayi tersebut merupakan perintah yang diberikan oleh DNA kepada syaraf-syaraf reseptor yang berada ditelapak tangan bayi.

Contoh nurtureSeorang anak yang merasa takut dengan adanya orang baru/asing yang tidak pernah dia kenal/tidak akrab dengannya.


HUBUNGAN BIOLOGI DENGAN BIOPSIKOLOGI
Menurut Bonner (dalam Sarwono, 1997:17) :
Perbedaan psikologi dan biologi adalah sebagai berikut. Psikologi merupakan ilmu yang subjektif, sedangkan biologi adalah ilmu yang objektif. Psikologi disebut ilmu subjektif karena mempelajari pengindraan (sensation) dan persepsi manusia sehingga manusia dianggap sebagai subjek atau perilaku, bukan objek. Sebaliknya, biologi mempelajari manusia sebagai jasad atau objek.

Jadi, perbedaan selanjutnya antara psikologi dan biologi adalah psikologi mempelajari nilai-nilai yang berkembang dari persepsi subjek,

sementara biologi mempelajari fakta yang dipelajari perilaku secara “molar” (perilaku penyesuaian diri secara menyeluruh), sementara biologi (termasuk ilmu faal) mempelajari perilaku manusia secara “molekular”, yaitu mempelajari molekul-molekul (bagian-bagian) dari perilaku berupa gerakan, reflex, proses ketumbuhan, dan sebagainya.

Enam Divisi Utama Biopsikologi
- Physiological psychology  (psikologi fisiologis/psikologi faal)
- Psychopharmacology  (psikofarmakologi)
- Neuropsychology  (neuropsikologi)
- Psychophysiology  (psikofisiologi)
- Cognitive neuroscience  (Neurosains kognitif)
- Comparative psychology  (psikologi komparatif)
Physiological psychology  (psikologi fisiologis/psikologi faal)

Fisiologi atau ilmu faal (dibaca fa-al) adalah salah satu dari cabang-cabang biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan. Istilah "fisiologi" dipinjam dari bahasa Belanda, physiologie, yang dibentuk dari dua kata Yunani kuno physis, berarti "asal-usul" atau "hakikat" dan logia, yang berarti "kajian". Istilah "faal" diambil dari bahasa Arab, berarti "pertanda", "fungsi", "kerja".

Fisiologi menggunakan berbagai metode untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya untuk mendukung kehidupan. Fisiologi merupakan salah satu bidang ilmu yang menjadi objek pemberian Penghargaan Nobel (Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran).

Berdasarkan objek kajiannya dikenal fisiologi manusia, fisiologi tumbuhan, dan fisiologi hewan, meskipun prinsip fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari. Sebagai contoh, apa yang dipelajari pada fisiologi sel khamir dapat pula diterapkan sebagian atau seluruhnya pada sel manusia.


Psychopharmacology (psikofarmakologi)
Psikomarmakologi adalah ilmu yang mempelajari efek obat pada perilaku manusia dan bagaimana efek ini terjadi melalui perubahan aktivitas neural (syaraf).

Orang yang memiliki gangguan jiwa itu tidak hanya ada masalah dengan psikisnya saja, tapi menurut Olson penyakit atau gangguan jiwa adalah penyakit neurotransmisi atau penyaluran listrik kimiawi-listrik antar neuron.

Psikofarmaka adalah obat-obatan yang digunakan untuk klien dengan gangguan mental. Psikofarmaka termasuk obat-obatan psikotropik yang bersifat neuroleptika (bekerja pada sistem saraf).

Neuropsychology  (neuropsikologi)
Neuropsikologi adalah bidang psikologi klinis dan eksperimental yang berupaya mempelajari hubungan antara struktur dan fungsi otak dengan proses dan perilaku psikologis. Istilah neuropsikologi telah digunakan untuk penelitian lesi pada manusia dan hewan. Istilah ini juga diterapkan untuk upaya mencatat aktivitas listrik dari sel-sel individual (atau sekelompok sel) pada primata-primata (termasuk manusia).

Pendekatan neuropsikologi bersifat ilmiah, menggunakan neurosains, dan memiliki sudut pandang mengenai pemrosesan informasi yang sejalan dengan psikologi kognitif dan sains kognitif. Neuropsikolog biasanya bekerja di tempat penelitian (seperti universitas, laboratorium, atau institusi penelitian), klinik, forensik, atau industri (sebagai konsultan untuk desain produk yang terkait dengan pengetahuan neuropsikologis atau manajemen percobaan klinis pada perusahaan farmasi untuk obat-obatan yang mungkin berdampak pada fungsi sistem saraf pusat).

Psychophysiology  (psikofisiologi)
Psikofisiologi adalah studi mengenai hubungan dari fenomena mental atau behavioral dengan proses-proses jasmani, khususnya studi mengenai aktivitas spontan dari bermacam-macam oragan jasmaniah seperti dari otak, jantung, dan otot-otot ketika berlangsung perilaku.

Ketidak mampuan dalam penyesuaian diri terhadap berbagai persoalan hidup manusia, bukan hanya menyebabkan gangguan mental. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa situasi yang memberi tekanan pada seseorang dapat mengakibatkan keluhan-keluhan fisik seperti sakit kepala, asam lambung meningkat, dan sebagainya. Banyak kasus dimana analisa dan segala jenis pemeriksaan oleh dokter menunjukkan seseorang secara fisik tidak mempunyai masalah fisik. Namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluh karena sakitnya.

Masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik. Itulah mengapa penanganan penyakit fisik tidak membuahkan hasil yang tuntas karena mengabaikan masalah emosional.

Cognitive neuroscience  (Neurosains kognitif)
Neurosains kognitif adalah ilmu yang mempelajari mengenai kognisi dengan penekanan pada perkembangan maupun fungsi-fungsi otak. Atau bidang studi yang menghubungkan otak dan aspek-aspek lain sistem saraf, khususnya otak, dengan pemrosesan kognitif, dan akhirnya dengan perilaku.

Istilah neurosains kognitif berasal dari "kognisi" yaitu proses mengetahui dan "neurosains" yaitu ilmu yang mempelajari sistem saraf.

Otak merupakan organ dalam tubuh kita yang mengontrol langsung pikiran, emosi, dan motivasi kita. Otak bersifat direktif sekaligus reaktif terhadap organ-organ tubuh yang lain.

Lokalisasi fungsi mengacu kepada wilayah-wilayah spesifik otak yang mengontrol kemampuan-kemampuan atau perilaku-perilaku spesifik.

Sistem saraf merupakan dasar bagi kemampuan manusia untuk memahami, beradaptasi, dan berinteraksi dengan dunia sekitar. Melalui sistem ini, manusia menerima, memproses dan merespon informasi dari lingkungan.

Comparative psychology  (psikologi komparatif)
Psikologi komparatif adalah psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia yang dibandingkan dengan hewan, atau sebaliknya.

Psikologi komparatif sangat berkaitan erat dengan ahli biologi, ekologi, antropologi, dan genetika.

Psikologi komparatif memandang studi perilaku hewan dalam konteks dari apa yang dikenal sebagai psikologi manusia. Lebih lanjut, psikolog komparatif awal berkonsentrasi pada studi pembelajaran, dan kemudian cenderung melihat pada perilaku dalam keadaan buatan.

Di samping itu, selama kebanyakan abad ke-20 psikologi komparatif berkembang paling kuat di Amerika Utara. Praktik psikologi komparatif berkonsentrasi pada perolehan pengetahuan luas dari perilaku spesies yang lebih sedikit.

File PPT ( File Presentasi / Slide Presentasi mengenai Pendahuluan Biopsikologi dapat di download disini Pengantar biopsikologi.ppt


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India